Rabu, 13 Januari 2010

mengelola sampah menyelamatkan lingkungan

BAB I

PENDAHULUAN

Pemikiran ini muncul ketika saya mendengar berita tentang bencana alam yang terjadi di berbagai tempat yang diakibatkan oleh gundulnya hutan di dekat tempat tersebut. Dengan gundulnya hutan lingkungan menjadi rusak sehingga mengakibatkan berbagai bencana alam seperti tanah longsor, banjir bahkan pemanasan global.

Dari informasi yang saya dapatkan dari internet, televisi dan koran. Penggundulan hutan diberbagai daerah di seluruh dunia semakin besar saja, dan akibatnya menyebabkan pemanasan global dan menimbulkan bebagai permasalahan lingkungan lainnya seperti bencana banjir, tanah longsor dan menurunnya kualitas udara.

1.1 Latar Belakang Masalah

Tumbuhan adalah sebuah makhluk hidup yang memiliki manfaat yang sangat besar bagi lingkungan. Tumbuhan adalah penopang kehidupan semua makhluk hidup di bumi ini.

Tumbuhan sangat diperlukan oleh semua makhluk hidup di bumi ini. Tumbuhan adalah penghasil gas oksigen (O2 ), yang merupakan gas yang dihirup oleh sebagian besar makhluk hidup di bumi ini untuk dapat tetap hidup. Gas oksigen juga gas yang bermanfaat dalam proses pembakaran, tanpa adanya gas oksigen api tidak akan dapat menyala.

Tumbuhan juga merupakan makhluk hidup yang yang menghisap karbondioksida (CO2). Gas karbondioksida adalah gas yang menyebabkan terjadinya epek rumah kaca dibumi ini, apabila tumbu-tumbuhan ditebang maka kadar gas karbondioksida akan tidak terkendali sehingga akan mengakibatkan pemanasan global yang mengakibatkan perubahan iklim bumi dan menimbulkan berbagai bencana alam seperti terjadinya angin topan.

Tumbuhan dalam kehidupan di bumi juga berperan sebagai produsen makanan bagi sebagian besar makhluk hidup di bumi. Makanan yang dihasilkan tumbuhan bermanfaat sebagai sumber enerji untuk menjalankan kehidupan.

Pada masa sekarang banyak sekali tumbuhan-tumbuhan di hutan yang ditebang tanpa menanaminya kembali. Sehungga terjadilah berbagai macam permasalahan lingkungan dan bencana alam. Akar-akar tumbuhan menahan tanah agar tidak terjadi erosi sehingga apabila tumbuhan ditebang akan mengakibatkan tanah longsor. Tumbuhan menyerap air hujan dan menahannya sebagai cadanfgan untuk musim kemarau, sehingga apabila tumbuh-tumbuhan dihutan ditebang akan mengakibatkan bencana banjir pada musim penghujan dan juga akan mengakibatkan kekeringan pada musim kemarau.

Tumbuhan bukanlah makhluk hidup yang dapat tumbuh menjadi tinggi dan besar dalam waktu yang relatip singkat. Tumbuhan untuk menjadi tinggi besar memerlukan waktu puluhan, ratusan bahkan ribuan tahun.

Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa tumbuhan yang memrlukan waktu yang lama agar dapat tumbuh tinggi dan besar itu sangat memiliki manfaat yang sangat besar bagi lingkungan kita. Sehingga kita harus melestarikannya agar kita dapat menyelamatkan lingkungan kita dan ekosistem di bumi ini.

1.2 Tujuan Masalah

a. Tujuan

1. Untuk mengetahui seberapa besar peranan tumbuh-tumbuhan bagi lingkungan.

2. Untuk memberikan informasi tentang betapa pentingnya menjaga kelestarian tumbih-tumbuhan di hutan.

3. Untuk memberikan informasi tentang bagaimana merawat tumbuhan dengan sebaik mungkin.

4. Untuk mengenalisis seberapa epektipnya pengaruh melestarikan tumbu-tumbuhan dihutan terhadap penanggulangan berbagai bencana alam yang terjadi di bumi ini.

5. Untuk menganalisis seberapa pentingnya melertarikan hutan

b. Telaah Pustaka

1. Tumbuhan

Tumbuhan adalah makhluk hidup

2. Pemanasan global

Pemanasan gelobal adalah peningkatan suhu ruang di bumi

3. Epek rumah kaca

Epek rumahkaca

4. Lingkungan

Lingkungan adalah apa yang berada disekitar manusia yang dapat dibedakan dari beberapa macam objek atau benda, berupa benda mati, benda hidup, benda nyata ataupun abstrak. Lingkungan merupakan suatu kesatuan ekosistem yang saling mendukung satu sama lain.

5. P4LH

6. Hutan

1.3 Identifikasi Masalah

  1. Bagaimana pengaruh tumbuhan terhadap lingkungan sekitar?
  2. Mengapa sampah dapat menimbulkan dampak yang buruk bagi lingkungan?
  3. Bagaimanakah cara mengelola sampah yang baik?
  4. Apa manfaat dari mengelola sampah?

1.4 Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi :

    1. Survei primer

a. Pengamatan lapangan ( Observasi lapangan )

Observasi adalah pengamatan langsung meliputi kegiatan pemuatan perhatian terhadap suatu objek dengan menggunakan seluruh alat indera. Observasi yang dilakukan adalah jenis Observasi bebas. Observasi dilakukan secara fleksibel dan terbuka, disini pengamatan melihat secara langsung pada tujuan, meliputi keadaan sampah dan pengaruhnya pada lingkungan.

b. Wawancara

Wawancara adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara. Wawancara dilakukan dengan pedoman pertanyaan yang bersipat terbuka. Nara sumber adalah para tokoh masyarakat.

2. survey sekunder

Survey sekunder dilakukan dengan studi literature ( metode library research ). Studi literature untuk mengetahui teori-teori yang memiliki relepansi dengan permasalahan yang diangkat. Kepustakaan yang digunakan adalah buku, media masa termasuk internet.

Metode Penelitian

  1. Waktu Dan Tempat

Saya malakukan penelitian selama 7 hari yaitu pada hari senin tanggal 17 November 2008 dan hari Minggu tanggal 24 November 2008 yang dilakukan di beberapa tempat yaitu dilingkungan rumah. Di lingkungan sekitar sekolah saya yaitu SMA negeri 5 karawang. Dan di labolatorium sekolah saya.

  1. Metode Penelitian

Penelitian yang penulis lakukan adalah penelitian eksploratif yang bertujuan untuk menggali inpormasi secara luas dan factual, mengidentifikasi masalah-masalah berdasarkan kondisi di lapangan. Pendekatan penelitian ini dilakukan secara kualitatif yang bertitik tolak dari konsep-konsep yang ada dengan memberikan batasan operasional yang dipakai.

BAB II

MENGELOLA SAMPAH, MENYELAMATKAN LINGKUNGAN

2.1 Dampak Sampah Tehadap lingkungan

Sampah adalah materi sisa yang tidak digunakan lagi, setelah pemanfaattannya selesai. Sampah dapat menimbulkan banyak masalah bagi lingkungan. Sampah merupakan konsekuansi dari adanya aktifitas manusia. Setiap aktifitas manusia pasti menghasilkan buangan atau sampah. Jumlah atau volume sampah sebanding dengan tingkat konsumsi kita terhadap barang / materi yang kita gunakan sehari-hari.demikian juga dengan jenis sampah , sangat tergantung dari jenis materi yang kita konsumsi

Peningkatan jumlah penduduk dan gaya hidup sangat berpengaruh pada volume sampah. Misalnya saja kota jakarta pada tahun 1985 menghasilkan sampah sebanyak 18.500 m3 per hari dan pada tahun 2000 meningkat menjadi 25.700 m3 per hari jika dihitung per tahun maka volume sampah tahun 2000 mencapai 170 kali besar candi boro budur ( volume candi borobudur adalah 55.000 m3 ). Dengan begitu dapat kita bayangkan seberapa banyak sampah yang ada di seliruh indonesia pada tahun 2008 ini?.

Volume sampah yang terus meningkat ini tentu sangat terasa sekali dampaknya bagi lingkungan, babarapa dampak yang sangat terasa adalah terjadinya bencana banjir, polusi pada tanah, pencemaran air dan juga menimbulkan berbagai macam penyakit

A. Banjir

Banjir adalah salah satu bencana yang paling sering terjadi di kota Jakarta. Salah satu penyebab bencana banjir di jakarta adalah pendangkalan sungai akibat dari sampah yang dibuang di sungai.

Sampah yang dibuang ke sungai akan mengendap di dasar sungai, semakin lama semakin banyak sampah yang mengendap di sungai karena banyak masyarakat yang membuang sampah ke sungai. Karena pangendapan sampah, sungaipun menjadi semakin dangkal sehingga apabila terjadi hujan deras, sungi pun tidak dapat menamung air dan pada akhirnya air sungipun meluap dan mengakibatkan banjir.

Banjir memiliki dampak yang buruk bagi lingkungan dan masyarakat yang terkena banjir, diantaranya:

§ Menurunnya kualitas air bersih

Air merupakan kebutuhan manusia yang harus dipenuhi setiap hari, yaitu untuk minim, dan berbagai kebutuhan lainnya. Karena terjadi banjir masyarakatpun sulit mencari air bersih untuk memenuhi kebutuhan mereka.

§ Menurunnya kebersihan lingkungan

Banjir berdampak pada menurunnya kebersihan lingkungan, itu dikarenakan air banjir membawa lumpur dan sampah pada lingkungan, sehingga satelah air surut sampah dan lumpur pun tertinggal di lingkunan.

§ Menghanyutkan harta benda masyarakat

Air banjir yang besar akan menghanyutkan harta benda masyarakat, sehingga menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi masyarakat.

§ Merusak pasilitas umum

Banjir merusak pasilitas umum, yang mengakibatkan pelayanan umum menjadi terganggu seperti pelayanan listrik, jika terjadi banjir dan menghancurkan gardu listrik maka pelayanan listrik pun akan terganggu sampai gardu listrik dibetulkan kembali.

§ Menelan korban jiwa

Selain dari dampak-dampak yang telah disebutkan di atas banjir juga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

A. Pencemaran Tanah

Sampah yang ditumpuk akan meyebabkan tercemarnya tanah yang berada di dekat tempat menumpukan tanah tersebut, karena sampah akan menghasilkan cairan, dan cairan itu akan menyerap ke tanah dan akan merusak kesuburan tanah. Dan tanah pun akan tercemar.

Selain dari pencemaran tanah, air tanah yang berada di lingkungan tempat penumpukan sampah juga akan tercemar. Ini terbukti dari kualitas air tanah yang berada di dekat TPA kualitasnya sangat buruk.

B. Pencemaran Air

Sampah yang dibuang di sungi selain akan menyebabkan banjir juga akan menyebabkan tercemarnya air sungai tersebut.

Hal itu dapat dibuktikan dengan percobaan yang saya lakukan. Yaitu mengambil sempel air dari sungai citarum dan sungai yang berada di dekat rumah saya. Setelah saya amati dengan menggunakan mikroskop di labolatorium biologi di sekolah saya, air dari sungai citarum tidak ditemukan mikroorganisme seperti protozoa. Sedangkan dari air sungai yang berada dekat dari rumah saya, saya dapat menemukan beberapa jenis mikroorganisme diantaranya: amoeba protazoa, ciliata dan pilum mastigopora seperti gambar di bawah ini:

Itu berarti air dari sungai citarum sudah tercemar oleh limbah industri, yang ditunjukan oleh tidak adanya mikroorganisme pada air sungai citarum.

Dari hasil pengamatan itu saya menyimpulkan bahwa air yang sudah tercemar oleh sampah dalam hal ini limbah, tidak baik di konsumsi oleh manusia.

C. Pencemaran udara

Sampah yang ditumpuk akan menghasilkan bau dari hasil pembusukan sampah tersebut, dan itu akan mengurangi kualitas udara yang berada di dekat tempat sampah

D. Timbulnya berbagai macam penyakit

Sampah yang tidak di tangani dengan baik akan menimbulkan berbagai macam penyakit. Salah satu penyakit yang disebabkan oleh sampah adalah penyakit kulit, yang dikarenakan tercemarnya air sungai oleh sampah, dan air tersebut dipakai warga untuk MCK.

Beberapa penyakit endemik yang sering muncul di masyarakat kita juga disebabkan oleh sampah. Diantaranya adalah penyakit DBD yang disebabkan oleh nyamuk aedes aegepti. Penyebaran penyakit DBD disebabkan oleh sampah yang berserakan, karena nyamuk aedes berkembang biak pada air hujan yang ditampung oleh sampah yang berserakan tersebut.

2.2 Kebiasaan Masyarakat Mengelola Sampah

Masyarakat indonesia pada umumnya masih jarang memperhatikan tentang pengelolaan sampah di sekitar lingkungannya. Hal ini ditunjukan dengan banyaknya sampah yang dibuang ke sungai.

Tetapi beberapa masyarakat di Indonesia sendiri memiliki kebiasaan mengelola sampah yang berbeda-beda. Kebiasaan kebiasaan tersebut memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Kebiasaan mengelola sampah tersebut adalah:

  1. Membakar sampah

Dari hasil penelititan yang intensif dalam beberapa tahun terakhir ini dikatakan bahwa pembakaran sampah rumah tangga pada kondisi pembakaran dan suhu yang rendah dapat menimbulkan gas racun dioksin dan furan, demikian dikatakan oleh Paul Lemieux, Ph.D., salah seorang peneliti dari National Risk Management Research Laboratory, US-EPA.

Kita masih banyak melihat pembakaran sampah dipekarangan rumah rumah tangga setiap hari, dan ini kelihatannya merupakan hal yang biasa. Apabila kita terbang dengan pesawat udara dari Jakarta kedaerah lain, ketika pesawat mau naik atau mau mendarat, kita melihat banyak sekali halaman halaman rumah penduduk membakar sampah mereka. Bisa kita bayangkan berapa banyak polusi udara yang ditimbulkan setiap harinya dari hasil pembakaran sampah ini.

Didalam jangka waktu yang pendek, kelihatannya cara-cara ini lebih praktis dan lebih mengirit ketimbang harus menjalankan proses daur ulang yang panjang.

Didalam jangka waktu yang panjang, cara-cara seperti ini sebenarnya lebih merugikan individu yang bersangkutan, komunitas, dan negara secara keseluruhan. Polusi yang kelihatannya sedikit ini, lama lama menjadi bukit. Polusi ini perlahan lahan akan membuat sebagian orang yang seharusnya hidup sehat menjadi sakit, antara lain sakit gangguan pernafasan (astma, paru-paru dll.). Orang-orang tersebut yang seharusnya bisa bekerja 8 jam per hari tanpa sakit sepanjang tahun, bisa bekerja kurang dari 8 jam per hari dan sakit beberapa hari per tahunnya. Orang tersebut dirugikan karena kehilangan upah hariannya ditambah harus keluar biaya membayar mantri/dokter dan membeli obat. Disamping itu, masih ada lagi kerugian lainnya bagi individu yang sakit itu. Dia kehilangan kenikmatannya dimana dia seharusnya bisa menikmati hari liburnya (misalnya Sabtu dan Minggu) bersama anak dan isterinya, karena sakit, harus diam dirumah. Kehilangan kenikmatan sejenis ini, kalau kita mau, masih bisa digambarkan dalam bentuk uang. Secara keseluruhan negara juga dirugikan karena mempunyai rakyat yang sebagian tidak bisa kerja efisien karena sakit. Ditambah lagi negara harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mengurus dan mengobati rakyat yang sakit gangguan pernafasan. Belum lagi dihitung biaya pengobatan untuk rakyat yang menderita kanker paru paru.

B Memilah-milah sampah dan mendaur ulangnya

Kebiasaan memilah-milah sampah dan mendaur ulang nya masih sanagt jarang dilakukan masyarakat di Indonesia. Dengan mendaur ulang sampah sampah yang tidak berguna bisa dimanfaatkan kembali, dengan demikian bisa menghemat bahan baku untuk membuat suatu barang jadi.

Kelebihan mengelola sampah dengan mendaur ulangnya:

§ Ramah lingkungan, karena tidak berdampak apapun pada lingkungan.

§ Bisa menghemat bahan baku.

§ Bisa menghasilkan uang.

Kekurangan mengelola sampah dengan mendaur ulangnya :

§ Memerlukan biaya yang cukup besar. Karena diperlukan alat untuk mendaur ulang sampah.

§ Memerlukan waktu yang cukup lama untuk mendaur ulang sampah.

Pengelolaan Sampah Dengan baik

Sampah merupakan musuh utama yang harus diberantas bersama. Sampah yang berserakan tentu akan merusak pemandangan, keindahan serta kabersihan lingkungan. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mengelola sampah dengan baik. Cara yang dapat dilakukan diantaranya adalah:

A. Memilah-milah sampah

Sampah yang kita hasilakn setiap hari, selama ini hanya berakhir di TPA. Oleh karena itu sebaiknya biasakan menilah-milah sampah dimanapun berada. Memilah antara sampah organik , sampah anorganik, dan jenis sampah yang mengandung bahan kimia berbahaya.

B. Melakukan daur ulang

Setelah dipilah, sampah selanjutnya diolah agar bisa berguna kembali. Pelastik misalnya bisa di daur ulang menjadi ember.

Biasanya mendaur ulang sampah membutuhkan peralatan yang cukup memadai tapi ada juga sampah yang bisa didaurulang dengan cara yang sederhana contohnya mendaur ulang kertas, dapt dilakukan dengan cara seperti berikut:

Alat dan Bahan

Peralatan yang dipakai adalah :

& Blender

& Kain

& Baskom

& Spons

& Screem sablon

& Batako ( pemberat )

& Strika

& Papan

Bahan yang digunakan adalah:

ý Kertas bekas

ý Air

ý Pewarna

ý Bunga / daun

Langkah untuk membuat kertas daur ulang adalah :

& Robek kecil kertas bekas dan rendam di air selama satu hari

& Blender kertas sampai seperti bubur

& Tuangkan kedalam baskom yang berisi air dan diaduk

& Letakan spons diatas meja, lalu taruh kain yang sudah dibasahi diatasnya

& Saring campuran ( jangan terlalu tebal ) dibaskon memakai screen sablon

& Tutup dengan kain yang sudah dibasahi. Tambah satu lapis lagi kain basah, ulangi langkah 5 dan 6.

& Letakan di atas spons yang sudah dilapisi kain dengan posisi terbalik, gosok sedikit screennya dan angkat hati-hati

& Sesudah beberapa lapis, pres dengan menaruh papan besar diatas dan diberi pemberat ( batako/batu )biarkan sekitar 1jam agar airnya berkurang. Sebelum diangkat pastikan sudah cukup kering

& Strika sepasang demi sepasang kemudian buka kainnya pelan-pelan

& Angkat sepasang demi sepasang

& Jemur ditempat yang panas

C. Membuat kompos

Salah satu cara untuk mengurangi sampah adalah dengan membuat kompos. di bawah ini beberapa cara untuk membuat kompas:

1. Kompos tradisional

kompos tradisional mengandalkan proses permentasi alami. Caranya cukup mudah, bahan yang bisa digunakan untuk membuat kompos adalah sayur hijau dan daun-daun kering.

2. Kompos clup

kompos celup adalah salah satu metode aplikasi kompos pada tanaman agar lebih hemat. Hasilnya sama pada saat kita menggunakan pupuk cair.

3. Kompos Dengan mikroorganisme

Pembuatan kompos dengan mikroorganisme adalah cara yang paling populer dan paling diminati di kalangan para pembuat kompos, karena prosesnya lebih cepat daripada kompos tradisional. Mikroorganisme yang digunakan adalah mikroorganisme areob (membutuhkan udara). Yang paling populer adalah EM4.

4. Kompos Cacing

Metode pembuatan kompos dengan menggunakan cacing memiliki keuntungan yang lebih besar daripada menggunakan metode lainnya, karena prosesnya lebih cepat daripada metode lainnya . itu dikarenakan dalam metode ini ada dua pengurai yang digunakan yaitu cacing dan bakteri.

5. Kompos gantung

Prinsip dasar pembuatan kompos gantung sama dengan pembuatan kompos lainnya. Hanya saja disinio menggunakan gentong yang digantung. Kompos gantung dibuat untuk mengatasi minimnya tempat

D. Membuat Bio gas

Membuat bio gas adalah salah satu cara untuk mengurangi sampah dalam bentuk kotoran ternak. Komponen utama bio gas adalah gas metana. Perinsip kerja pembentukan pembentukan biogas adalah pengumpulan faeces ternak kedalam suatu tangki kedap udara, didalam tangki tersebut kotoran akan menghasilkan gas metana yang kemudian akan disalurkan memakai pipa untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk memasak.

2.4 Manfaat Mengelola Sampah Dengan Baik

Mengelola sampah dengan baik tentunya akan menimbulkan dampak yang positip bagi lingkungan. Dengan dikelolanya sampah dampak-dampak buruk yang ditimbulkan sampah dapat berkurang, seperti, menurunnya penyebaran penyakit DBD, Menurunnya tingkat pencemaran tanah dan air.

Lingkungan akan menjadi bersih. Apabila sampah dikelola dengan baik tentu tidak akan banyak sampah yang berserakan dimana-mana.

Dengan mengelola sampah kita dapat menghasilkan uang. Apabila kita membuat pupuk organik dari sampah dedaunan, tentu pupuk organik tersebut bisa digunakan untuk menyuburkan tanaman yang miliki sehingga kan menimbulkan buah yang baik dan banyak, buah tersebut dapat dijual dengan harga yang lumayan tinggi

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN

Dari berbagai latar belakang dan pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa:

1. Sampah memiliki dampak yang sangat buruk bagi lingkungan apabila tidak ditangani

2. Samaph memerlukan penanganan yang serius, agar tidak berdampak buruk bagi lingkungan.

3. kesadaran masyarakat akan pentingnya mengelola sampah sangat diperlukan untuk menyelamatkan lingkungan.

4. Menangani sampah dapt dilakukan dengan mendaur ulangnya

5. Mengelola sampah dengan baik akan memberikan dampak yang positip bagi lingkungan dam dapat memberikan keuntungan bagi kita.

6. Masalah lingkungan adalah masalah kita bersama yang kita harus jaga kebersihan dan kesehatannya. Melalui perawatan rutin hari lepas hari, biaya yang dikeluarkan akan jauh lebih kecil dari pada menunggu sampai lingkungan kita rusak parah dan akan memakan biaya yang besar sekali. Mengelola lingkungan dengan mengatur diri sendiri melalui kesadaran yang diperoleh dari jalur pendidikan dirumah dan dimasyarakat memberi hasil yang lebih baik dari pada sistim command-and-control karena aparat hukum yang masih sarat dengan KKN.

Realitas pada masa sekarang masyarakat tidak memiliki kesadaranuntuk mengelola sampah. Hal ini terlihat dari banyaknya masyarakat yang membuang sampah dimana saja. Dan juga masih kurangnya perhatian dari pemerintah uantuk menangani masalah sampah ini.

Banyak masyarakat lebih suka membuang sampah kesungai karena lebih mudah. Padahal dampak yang ditimbulkan oleh sampah tersebut akan sangat buruk, seperti banjir, pencemaran air. Sebenarnya apakah mereka berpikir tentang hal tersebut.

Perhatian dari pemerintah tentang penanganan sampah sanagt minim. Hal ini dilihat dari kurangnya pasilitas untuk mendaur ulang samaph, jika diadakan suatu pasilitas untuk mendaur ulang sampah seperti plastik dan kaca. Akan menyerap tenaga kerja yang lumayan banyak. Hal ini sesuai dengan pribahasa sambil menyelam minum air selain kita bisa mengurangai sampah yang ditimbulkan oleh masyarakat, juga akan mengurangai sampah masyarakat.

SARAN

Dalam kaitannya dengan hal ini seharusnya penanganan sampah benar-benar diperhatikan agar tidak menimbulkan dampak yang buruk bagi lingkungan.

masyarakat di suatu lingkungan seharusnya peduli terhadap kebersihan lingkungan mereka. Karena dampak yang akan timbul dari sampah di lingkungan mereka akan terasa oleh masyarakat juga.

Gambar Pengelolaan Dan Dampak Sampah

POLUSI TANAH KERTAS DAUR ULANG

PEMBUANGAN SAMPAH KE SUNGAI POLUSI AIR

MEMILAH-MILAH SAMPAH BANJIR

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar